Kamis, 30 Agustus 2012

Perkuliahan, sedikit banyak mahasiswa harus melakukan presentasi didepan kelas menjelaskan materi yang ditugaskan dari dosen. ini adlah materi Teori Akuntansi, Download Disini

Senin, 27 Agustus 2012

Ketika sebuah aksi di perlukan, dan sebagai mahasiswa sang agen perubahan. Saya sediakan Power point untuk materi manajemen aksi, download disini
Didalam kehidupan, semua manusia memiliki arti penting. berbagai hal yang tak mungkin bisa dilupakan dan ditinggalkan. semoga ini menjadi pencerah buat kita...

Minggu, 26 Agustus 2012

“Menggapai Bidadari”, eps 1

Dalam menjalani kehidupan dimasa mudanya, Ilyas seorang mahasiswa tingkat akhir yang masih membingungkan diri dalam menjalani dan pencarian bidadari idamannya, meskipun sudah menetapkan hati kepada seorang wanita. Tidak dipungkiri ia memikirkan hal tersebut karena selain mencari ilmu dibangku perkuliahan, ia juga mencari ilmu agama agar tak menyesal dikemudian kelak (kata pak Ustad). Namun kajian-kajian yang diikuti mayoritas menbahas masalah kehidupan sehari-hari, nisa’ (wanita), apalagi disuguhi kajian masalah pernikahan. Karna ada Pro dan Kontra terkait masalah ketika hubungan lawan jenis yang terkenal saat ini ditataran anak muda “pacaran”.
“Makin kearah mau akhir masa kuliah, sering mebuat ku bingung nih, ndra”
(Indra teman Ilyas). Ia menjawab: “emang kamu bingung kenapa?”
“ Gini lho ndra, ustad-ustad selalu mengatakan nikah itu lebih baik dari pacaran. Pacaran itu nanti menimbulkan zina, nambah dosa juga”
“Emang apa salahnya? Bukannya itu benar, sunah rasul juga. Melengkapi separuh agama lho.....”
“Bukan itu maksudku”
“Emang maksud kamu apa?”
“ Ah kamu itu dari tadi ngomong “Emang” udah berapakali . aku jadi berpikir untuk meresmikan hubunganku dengan Linda.”
“Emang kamu yakin?”
“Sebenarnya aku sudah punya target untuk waktu menikah, tapi setelah aku selesai kuliah. Jadi aku juga masih mikir-mikir untuk mengkhitbah dia. Tapi aku juga gak mau hubunganku dengannya nanti akan menimbulkan dosa-dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat.”
“Aku sih setuju aja dengan keputusanmu kawan, tapi apa kamu sudah bahas masalah itu dengan Linda?”
“ Belum sih, lagian aku juga masih kuliah dan tak mau membebani dirinya untuk hal semacam ini, toh kalau memang jodoh gak bakal kemana.”
Dengan senyum Andri menjawab : “Sepakat, gak nyangka kamu bisa mikir sampai sejauh itu il,”
“ Penghinaan itu, aku punya agama ndri, dan gak mungkin aku tak mempelajari itu,Islam gitu lho. Lagian gini lho ndri, melihat diriku pribadi saat ini dari awal kuliah sampai sekarang cara pandang ku ke perempuan itu semakin berbeda.”
“Maksud lho?”( bingung )
“Dulu sewaktu ikut kajian-kajian keagamaan, aku memandang wanita-ammah itu suka, biasanya wanita-wanita yang pakai pakaian ketat atau tak berkerudung biasanya digodain, pura-pura akrab, tapi ketika bareng teman-teman, kalau sendirian gak berani sih.”
“Terus?”( penasaran)
“ Meskipun aku bukan dari golongan keluarga yang kental agama islamnya, namun tak mungkin gak mempelajari agama yang telah ku peluk sejak kecil. Yang nanti jadi amalanku di hari kelak. Dan aku gak mau cuma hanya ada embel-embel Islam tapi kelakuanku tak sesuai dengan syariat. Meskipun banyak wanita yang ku kenal, namun alangkah lebih baik menambatkan hati untuk wanita yang bisa menjaga diri dan mau menutup auratnya dengan mengulurkan jilbabnya.”
“ Memang itu benar, aku pun sepakat. Trus apa hubungan dengan Linda? Bukannya dikampus banyak yang berkerudung, lebih cantik, lebih pintar dari pada Linda?.”
“Ya menurutku Linda adalah orang yang menarik ku untuk mencoba lebih baik dari sebelumnya. Dan masih mencoba berusaha juga, kadang aku juga memikirkan kenapa bisa dia yang aku pilih padahal yang kamu bilang itu benar ada yang lebih dibanding dia.”
(Indra mengangguk tanda mengerti)
Perbincangan itu pun berakhir. Pada dasarnya hubungan yang dijalani pun sulit dan rumit.